Proses seleksi siswa/i tersebut tidaklah singkat dan mudah. Wakil-wakil dari sekolah-sekolah seluruh Indonesia harus melalui seleksi tingkat kota ke propinsi hingga nasional (mulai tahun 2002 dijadikan OSN, dengan gabungan beberapa bidang lainnya). Dari seleksi tingkat nasional tersebut akan didapatkan 30 siswa/i yang berhak melaju ke pelatihan nasional (pelatnas).
Pada pelatnas itu lah, siswa/i akan dibekali dengan materi-materi dan dilatih lagi baik secara teknis maupun psikis. Pelatnas yang diadakan 4 kali dalam satu tahun tersebut pada akhirnya akan menyisakan 4 siswa/i yang berhak maju ke ajang internasional.
Seperti disebutkan di atas, gol utama dari TOKI adalah untuk berlaga di ajang internasional. Adapun ajang internasional tersebut adalah International Olympiad in Informatics atau yang sering disingkat IOI. Pada tahun 1995, dengan seorang siswa (Wirawan Purwanto) dan seorang coach (Joko W. Saputro, Ph.D), TOKI mengawali rangkaian perjalanan prestasi TOKI di IOI dan meraih medali perak. Berikut ini rekapitulasi prestasi TOKI selama 15 tahun sejak IOI 1995:
- 1995 Eindhoven, Belanda : 1 perak
- 1997 Cape Town, Afrika Selatan : 1 emas + 1 perunggu
- 1998 Setubal, Portugal : 2 perak + 1 perunggu
- 2000 Beijing, Cina : 2 perunggu
- 2001 Tempere, Finlandia : 1 perunggu
- 2002 Yong-In, Korea : 1 perak + 1 perunggu
- 2004 Athens, Yunani : 2 perak + 1 perunggu
- 2005 Nowy Sacz, Polandia : 2 perak + 1 perunggu
- 2006 Merida, Meksiko : 1 perak
- 2007 Zagreb, Kroasia : 4 perunggu
- 2008 Cairo, Mesir : 1 emas + 3 perunggu
- 2009 Plovdiv, Bulgaria : 2 perak + 1 perunggu
- 2010 Waterloo, Canada : 2 perak + 1 perunggu
Materi utama yang diujikan pada olimpiade informatika (baik pada seleksi TOKI, maupun pada ajang IOI dan APIO) adalah pemrograman, struktur data, dan algoritma. Untuk mengawali pelajaran tentang materi tersebut, silakan klik bagian "downloads".
Pembina dan pengurus TOKI pada OSN 2009. | Pembina dan pengurus TOKI pada OSN 2010. |
0 komentar:
Posting Komentar